Sabtu, 04 Mei 2013

Manusia dan Cinta Kasih

Human and Love


Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya WJS Poerwadarminta kata “Cinta” adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) saying (kepada) sesuatu. Dan kata “kasih” artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan.
Sebagai makhluk yang paling sempurna yang telah diciptakan oleh tuhan tentunya manusia memiliki berbagai kemampuan dan rasa. Dan salah satu rasa yang dimiliki oleh seorang manusia yaitu rasa saling memiliki yang sering di representasikan melalui Cinta kasih.
Pengertian cinta kasih secara terpisah telah dijelaskan diatas, namun ruang lingkup cinta kasih itu sangatlah luas mencakup berbagai aspek, tujuan, dan tentunya memiliki berbagai bentuk cinta kasih. Salah satunya Cinta kasih seorang manusia dapat dibagi menjadi 2 yaitu:
  1. Cinta Kasih Secara Vertikal, yaitu meliputi cinta kasih terhadap Tuhan sebagai sang pencipta termasuk juga apapun yang berhubungan langsung dengan  Tuhan itu sendiri. Seperti Cinta kasih terhadap Agama, Nabi, KitabSuci, Malaikat, dan lainnya.
  2. Cinta Kasih Secara Horisontal, yaitu meliputi cinta kasih terhadap lingkungannya. seperti Cinta kasih terhadap antar sesame Manusia, Alam, Hewan dan Tumbuhan.
Menurut saya cinta kasih bersumber di dalam hati dan bukan bersumber di dalam otak, hal ini menyebabkan sering sekali cinta kasih tak selaras dengan logika yang ada. Seperti cinta kasih terhadap Tuhan, apakah seorang yang mengaku cinta terhadap tuhannya pernah bertemu langsung dengan-Nya atau berbincang dengan-Nya. Tapi manusia yang cinta terhadap tuhan-nya sangatlah patuh terhadap perintahnya bahkan dapat merelakan apapun demi tuhannya.
Tentunya hal ini bertentangan jika manusia memikirkan secara materill melalui otak. Tapi secara tidak langsung melalui perkataan tuhan yang disampaikan-Nya melalui Kitab suci, manusia dapatlah mengenal Tuhan-Nya bahkan dapat mencintai-Nya secara utuh. Hal ini yang menyebabkan banyak para ahli mengatakan bahwa Cinta Kasih itu adalah sesuatu yang abstrak.
Sedangkan Cinta kasih secara horizontal sangatlah bermanfaat dalam kehidupan social seorang manusia, karena cinta kasih itu adalah awal dari sumber kedamaian. Rasa Cinta kasih sering sekali membawa manusia memiliki sifat peduli, pelindung, toleransi, dan lemah lembut terhadap apa yang dicintainya.
Dapat  dipastikan rasa cinta kasih ini sangatlah mempengaruhi kehidupan manusia bahkan kerap sekali membedakan antara manusia dengan mahkluk lainnya dimuka bumi ini.

1. Pengertian Cinta Kasih
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwa Darminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan, dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasih. Walaupun cinta kasih memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, saebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan kelurga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhanya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintahNya, dan berpegang teguh pada syariatNya.Pengertian tentang cinta dikemukakan juga oleh Dr. Sarlito W. Sarwono, dikatakan bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu: keterikatan. Keintiman, dan kemesraan. Yang dimaksud dengan keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia, kalau janji dengan dia harus ditepati. Unsur yang kedua adalah keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilan formal seperti bapak, ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan, sayang dan sebagainya.Makan minum dari satu piring, cangkir tanpa rasa risi, pinjam meminjam baju, saling memakai uang tanpa rasa berhutang, tidak saling menyimpan rahasia dan lain-lainya. Unsur yang ketiga adalah kemesraan, yaitu adanya rasa ingin membelai dan dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang,dan seterusnya.
Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah, dan berjihad dijalan Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, suami / istri dan kerabat. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta, dan tempat tinggal.2. Cinta Menurut Ajaran Agama IslamA. Definisi Cinta
Untuk mendefinisikan cinta sangatlah sulit, karena tidak bisa dijangkau dengan kalimat dan sulit diraba dengan kata-kata. Ibnul Qayyim mengatakan: “Cinta tidak bisa didefinisikan dengan jelas, bahkan bila didefinisikan tidak menghasilkan (sesuatu) melainkan menambah kabur dan tidak jelas, (berarti) definisinya adalah adanya cinta itu sendiri.” (Madarijus Salikin, 3/9)B. Hakikat Cinta
Cinta adalah sebuah amalan hati yang akan terwujud dalam (amalan) lahiriah. Apabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah, maka ia akan menjadi ibadah. Dan sebaliknya, jika tidak sesuai dengan ridha-Nya maka akan menjadi perbuatan maksiat. Berarti jelas bahwa cinta adalah ibadah hati yang bila keliru menempatkannya akan menjatuhkan kita ke dalam sesuatu yang dimurkai Allah yaitu kesyirikan.
2. Cinta Menurut Ajaran Agama
Cinta kepada Allah
Cinta yang dibangun karena Allah akan menghasilkan kebaikan yang sangat banyak dan berharga. Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin (3/22) berkata: ”Sebagian salaf mengatakan bahwa suatu kaum telah mengaku cinta kepada Allah lalu Allah menurunkan ayat ujian kepada mereka:
“Katakanlah: jika kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian.” (Ali ‘Imran: 31)
Mereka (sebagian salaf) berkata: “(firman Allah) ‘Niscaya Allah akan mencintai kalian’, ini adalah isyarat tentang bukti kecintaan tersebut dan buah serta faidahnya. Bukti dan tanda (cinta kepada Allah) adalah , faidah dan buahnya adalah kecintaan Allahrmengikuti Rasulullahmaka kecintaanrkepada kalian. Jika kalian tidak mengikuti RasulullahAllah kepada kalian tidak akan terwujud dan akan hilang.”
Bila demikian keadaannya, maka mendasarkan cinta kepada orang lain karena-Nya tentu akan mendapatkan kemuliaan dan nilai di sisi Allah.bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik
“Tiga hal yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, niscaya dia akan mendapatkan manisnya iman. Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya, dan hendaklah dia mencintai seseorang dan tidaklah dia mencintainya melainkan karena Allah, dan hendaklah dia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan dia dari kekufuran itu sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Al-Bukhari no. 16 dan Muslim no. 43)
Ibnul Qayyim mengatakan bahwa di antara sebab-sebab adanya cinta (kepada Allah) ada sepuluh perkara:
Pertama, membaca Al Qur’an, menggali, dan memahami makna-maknanya serta apa yang dimaukannya.
Kedua, mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan sunnah setelah amalan wajib.
Ketiga, terus-menerus berdzikir dalam setiap keadaan.
Keempat, mengutamakan kecintaan Allah di atas kecintaanmu ketika bergejolaknya nafsu.
Kelima, hati yang selalu menggali nama-nama dan sifat-sifat Allah, menyaksikan dan mengetahuinya.
Keenam, menyaksikan kebaikan-kebaikan Allah dan segala nikmat-Nya.
Ketujuh, tunduknya hati di hadapan Allah
Kedelapan, berkhalwat (menyendiri dalam bermunajat) bersama-Nya ketika Allah turun (ke langit dunia).
Kesembilan, duduk bersama orang-orang yang memiliki sifat cinta dan jujur.
(Madarijus Salikin, 3/18, dengan ringkas)IKesepuluh, menjauhkan segala sebab-sebab yang akan menghalangi hati dari Allah
Cinta adalah Ibadah
Sebagaimana telah lewat, cinta merupakan salah satu dari ibadah hati yang memiliki kedudukan tinggi dalam agama sebagaimana firman Allah SWT :
“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu.” (Al-Hujurat: 7)
“Dan orang-orang yang beriman lebih cinta kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)
“Maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.” (Al-Maidah: 54)
adalah hadits Anas yang telahrAdapun dalil dari hadits Rasulullahdisebut di atas yang dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim: “Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya.”
Macam-macam cinta
Di antara para ulama ada yang membagi cinta menjadi dua bagian dan ada yang membaginya menjadi empat. Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdulwahhab Al-Yamani dalam kitab Al-Qaulul Mufid fi Adillatit Tauhid (hal. 114) menyatakan bahwa cinta ada empat macam:
Pertama, cinta ibadah.
Yaitu mencintai Allah dan apa-apa yang dicintai-Nya, dengan dalil ayat dan hadits di atas.
Kedua, cinta syirik.
Yaitu mencintai Allah dan juga selain-Nya.
Berfirman Allah:
“Dan di antara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan (bagi Allah), mereka mencintai tandingan-tandingan tersebut seperti cinta mereka kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)
Ketiga, cinta maksiat.
Yaitu cinta yang akan menyebabkan seseorang melaksanakan apa yang diharamkan Allah dan meninggalkan apa-apa yang diperintahkan-Nya. Allah berfirman:
“Dan kalian mencintai harta benda dengan kecintaan yang sangat.” (Al-Fajr: 20)
Keempat, cinta tabiat.
Seperti cinta kepada diri sendiri, anak, keluarga, diri, harta dan perkara lain yang dibolehkan. Namun tetap cinta ini sebatas cinta tabiat. Allahberfirman:
“Ketika mereka (saudara-saudara Yusuf ‘alaihis salam) berkata: ‘Yusuf dan adiknya lebih dicintai oleh bapak kita daripada kita.” (Yusuf: )
Jika cinta tabiat ini menyebabkan kita tersibukkan dan lalai dari ketaatan kepada Allah sehingga meninggalkan kewajiban-kewajiban, maka berubahlah menjadi cinta maksiat. Bila cinta tabiat ini menyebabkan kita lebih cinta kepada benda-benda tersebut sehingga sama seperti cinta kita kepada Allah atau bahkan lebih, maka cinta tabiat ini berubah menjadi cinta syirik.
Buah cinta
Mengatakan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah: “Ketahuilah bahwa yang menggerakkan hati menuju Allah ada tiga perkara: cinta, takut, dan harapan. Dan yang paling kuat adalah cinta, dan cinta itu sendiri merupakan tujuan karena akan didapatkan di dunia dan di akhirat.” (Majmu’ Fatawa, 1/95)
menyatakan: “Dasar tauhid Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’diadalah keikhlasan dalam mewujudkan cinta kepada Allah. Cinta merupakan landasan penyembahan dan peribadatan kepada-Nya, bahkan cinta itu merupakan hakikat ibadah. Tidak akan sempurna tauhid kecuali bila kecintaan seorang hamba kepada Rabbnya juga sempurna.” (Al-Qaulus Sadid, hal. 110)
Bila kita ditanya bagaimana hukumnya cinta kepada selain Allah? Maka kita tidak boleh mengatakan haram dengan spontan atau mengatakan boleh secara global, akan tetapi jawabannya perlu dirinci.
Pertama, bila dia mencintai selain Allah lebih besar atau sama dengan cintanya kepada Allah maka ini adalah cinta syirik, hukumnya jelas haram.
Kedua, bila dengan cinta kepada selain Allah menyebabkan kita terjatuh dalam maksiat maka cinta ini adalah cinta maksiat, hukumnya haram.
Ketiga, bila merupakan cinta tabiat maka yang seperti ini diperbolehkan.
3. Pemujaan
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti , nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.
Cinta kepada Rasul, yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta,menduduki peringkat kedua setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya. Seorang mukmin yang benar-benar beriman dengan sepenuh hati akan mencintai Rasulullah yang menanggung derita dakwah Islam, berjuang dengan penuh segala kesulitan sehingga Islam tersebar di seluruh penjuru dunia, dan membawa kemanusiaan dari kekelaman, kesesatan menuju cahaya petunjuk.
4. Kasih Sayang
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S.Porwadarminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Dalam kehidupan berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Percintaan muda-mudi (pria-wanita) bila diakhiri dengan perkawinan, maka didalam rumah tangga keluarga muda itu bukan lagi bercinta-cintaan, tetapi sudah bersifat kasih mengasihi atau saling menumpahkan kasih sayang. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.Bila salah satu unsur kasih sayang hilang, misalnya unsur tanggung jawab, maka retaklah keutuhan rumah tangga itu. Kasih sayang yang tidak disertai kejujuran, terancamlah kebahagian rumah tangga itu.
5. Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab.kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. Filusuf Rusia dalam bukunya makna kasih mengatakan “jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius, ia terlempar keluar dari cinta diri, Ia mulai hidup untuk orang lain”. Pernyataan ini dijabarkan secara indah oleh William Shakespeare dalam kisah “Romeo dan Juliet”, bila di Indonesia kisah” Roro Mendut dan Prono Citro”

6. Belas Kasihan
Dalam cinta sesama ini dipergunakan istilah belas kasih, karena cinta disini bukan karena cakapnya, kayanya, cantiknya, pandainya, melainkan karena penderitaanya. Penderitaan ini mengandung arti luas. Mungkin tua, sakit-sakitan, yatim piatu, penyakit yang dideritanya,dan sebagainya. Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berakhlak, manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Masalahnya sanggupkah ia menggugah potensi belas kasihnya itu. Bila orang itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah.

7. Cinta Kasih Erotis
Cinta kasih kesaudaraan merupakan cinta kasih antara orang-orang yang sama-sama sebanding, sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap orang-orang yang lemah tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan besar antara kedua jenis tersebut, Kedua-duanya mempunyai kesamaan bahwa pada hakekatnya cinta kasih tidak terbatas kepada seseorang saja. Berlawan dengan kedua jenis cinta kasih tersebut ialah cinta kasih erotis, yaitu kehausan akan penyatuan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat bersifat ekslusif, bukan universal, dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.

Manusia dan Kebudayaan

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Sebagai mahkluk social yang berkumpul dan menetap tentunya manusia mengadakan interaksi terhadap sesamanya. Dan selain berinteraksi dengan sesamanya tentunya manusia juga mengadakan interaksi terhadap linkungan alam diamana ia tinggal. Didalam interaksi itu yang dilakukan terus-menerus bahkan dapat menimbulkan sesuatu hal/kebiasaan dalam lingkungan masyarakat yang berulang dan menjadi kebiasaan atau diturunkan kepada masyarakat selanjutnya, hal ini kerap dikenal dengan istilah Kebudayaan.

Jika kita mengamati seluruh kelompok manusia di muka bumi ini, tentunya kita dapatkan berbagai corak Kebudayaan yang berbeda-beda. Bahkan jika dipersempit untuk mengamati Negara kita saja Indonesia, tentunya kita dapat melihat banyak sekali perbedaan Kebudayaan di setiap daerah dari sabang sampai merauke (daerah barat sampai daerah timur Indonesia).
Jika kita telaah tentunya perbedaan Kebudayaan ini sangatlah wajar, karena perbedaan yang dimiliki oleh faktor alam, manusia itu sendiri dan berbagai faktor lainnya yang menyebabkan berbagai corak kebudayaan  tersebut.
Pengertian kebudayaan banyak sekali dikemukakan oleh para ahli, salah satunya dikemukakan oleh Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, yang mendefinisikan bahwa Kebudayaan adalah semua hasil dari karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari pengertian tersebut menunjukan bahwa kebudayaan itu merupakan keseluruhan dari pengetahuan manusia sebagai mahkluk social, yang digunakan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan yang dihadapi. Atas dasar itulah para ahli mengemukakan adanya 7 unsur kebudayaan, yaitu sebagai berikut :
  1. Unsur Religi
  2. Sistem Kemasyarakatan
  3. Sistem peralatan
  4. Sistem mata pencaharian hidup
  5. Sistem bahasa
  6. Sistem pengetahuan
  7. Seni.
Dalam perkembangannya suatu kebudayaan itu tidaklah bersifat statis (tetap) melainkan bersifat dinamis. Hal ini disebabkan karena berbagai kelompok manusia yang memiliki kebutuhan tertentu saling berinteraksi satu kelompok dengan kelompok lainnya, tentunya melalui interaksi manusia itu terjadi perubahan kebudayaan karena dipengaruhi oleh kebudayaan lainnya.
Contoh-nya dapat kita perhatikan kebudayaan Indonesia pada abad 19 dengan perhatikan kebudayaan Indonesia pada abad 20 (Sekarang) tentunya dapat dilihat perbedaanya. Bahkan perubahan kebudayaan yang dimiliki oleh sangatlah dinamis terutama di daerah perkotaan maju seperti Jakarta, yang kebudayaannya sudah banyak dipengaruhi oleh kebudayaan barat.
Tapi ironi terjadi di masyarakat Indonesia dimana perubahan kebudayaan yang terjadi di Negara ini terlalu besar, bahkan terkesan terlalu menyerap kebudayaan asing, sehingga mengabaikan kebudayaan yang sudah ada. Hal ini dapat dilihat dari cara berkomunikasi, cara berpakaian, dan pola piker yang sangatlah berbeda.
Tentunya hal ini sedikit meresahkan karena banyak kebudayaan asing yang diserap tanpa ditimbang-timbang terlebih dahulu. Bahkan banyak para ahli mengemukakan bahwa kebudayaan yang diserap dengan gamblang dapat berdampak negatif bagi lingkungan sekitar. Maka dari itu saat ini banyaklah usaha-usaha untuk mempertahankan kebudayaan kita, dan menganggap bahwa kebudayaan Indonesia sangat berharga dan harus dilestarikan.



1.    Pengertian Manusia
Manusia adalah suatu mahluk hidup yang tidak dapat hidup sendiri atau bisa dibilang manusia adalah mahluk sosial. Manusia merupakan mahluk hidup yang paling pintar karena memiliki akal dan pikiran. Manusia itu terdiri dari 4 unsur yang saling terkait, yaitu :
Jasad, yaitu : badan kasar manusia yang nanpat pada luamya, dapat diraba dan difoto, dan menempati ruang dan waktu
Hayat, yaitu : mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak
Ruh, yaitu : bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
Naf, dalam pengertian din atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri
2.    Hakikat Manusia
Adapun yang dimaksud dengan pengertian hakikat manusia yaitu seperangkat gagasan atau konsep yang mendasar tentang manusia dan makna eksistensi manusia didunia. Artinya berbagai kesamaan yang menjadi karakteristik esensial setiap manusia disebut sebagai hakikat manusia, karena dengan keanekaragaman itu terdapat satu hal yang menunjukan kesamaan di antara semua manusia, yaitu bahwa semua manusia adalah manusia.Contoh: manusia memiliki perbedaan bentuk fisik seperti warna kulit, tinggi badan,jenis rambut, perbedaan pengetahuan ada yang pandai dan bodoh, perbedaan adat istiadat, perbedaan suku dsb. Namun demikian semua manusia di dunia ini memiliki kesamaan yaitu akal, mampu berbicara dengan bahasa yang diucapkan oleh lidah, tidak dapat hidup tanpa manusia yang lainnya, dan memiliki perasaan terutama rasa takut kepada Tuhan YME. Hal inilah yang membedakan manusia dengan mahluk yang lainya.
3.     Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Tokoh Tokoh Kebudayaan
1.    Edward B. Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adapt istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.
2. M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi sosial, ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan warisan sosial.
3. Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan relajar.
4. Dr. K. Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupun kelompok.
5. William H. Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di terima oleh semua masyarakat.
6. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
4. Perubahan Kebudayaan
Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian yaitu : kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi dan filsafat bahkan perubahan dalam bentuk juga aturan-aturan organisasi sosial. Perubahan kebudayaan akan berjalan terus-menerus tergantung dari dinamika masyarakatnya.
Kebudayaan berubah dengan cara :
1. Defusi : adalah penyebaran unsur kebudayaan dari  suatu masyarakat ke masyarakat  lain antar individu antar keluarga ataupun golongan.
2. Akulturasi : adalah diterimanya kebudayaan lain/luar kemudian diolah menjadi kebudayaan sendiri . Mis : politik dakwah, pendidikan. Musik padang pasir menjadi musik gambus.
3. Asimilasi   : Terjadi pada kelompok masyarakat yang tidak sama kebudayaannya tapi dapat hidup secara berdampingan dengan damai saling mendekat lambat laun menjadi sama bahkan menjadi model kebudayaan yang baru. Kebudayaan ini dibentuk dari unsur yang berbeda-beda oleh mobilitas penduduk

Kelebihan
Ø  Keanekaragaman budaya lokal yang ada di Indonesia
Ø  Kekhasan budaya Indonesia
Ø  Kebudayaan Lokal menjadi sumber ketahanan budaya bangsa
Ø  Indonesia dipandang dunia Internasional karena kekuatan budayanya.
Ø  Kuatnya budaya bangsa, memperkokoh rasa persatuan
Ø  Kemajuan pariwisata
Ø  Multikuturalisme
Ø  Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi sukar berubah seperti :adat istiadat dan keyakinan agama ( kebudayaan non material)
Ø  Adanya individu-individu yang sukar menerima unsur-unsur perubahan terutama generasi tua yang kolot.
Kekurangan
-Kurangnya kesadaran masyarakat
-Minimnya komunikasi budaya
- Kurangnya pembelajaran budaya
-Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi mudah berubah, terutama unsur-unsur teknologi dan ekonomi ( kebudayaan  material).
-Adanya individu-individu yang mudah menerima unsure-unsur perubahan kebudayaan, terutama generasi muda.
-Adanya faktor adaptasi dengan lingkungan alam yang mudah berubah.
5.    Kaitan  Manusia Dan  Kebudayaan
Hubungan Manusia dan Kebudayaan

Antara manusia dan kebudayaan terjalin hubungan yang sangat erat, sebagaimana yang diungkapkan oleh Dick Hartoko bahwa manusia menjadi manusia merupakan kebudayaan. Hampir semua tindakan manusia itu merupakan kebudayaan. Hanya tindakan yang sifatnya naluriah saja yang bukan merupakan kebudayaan, tetapi tindakan demikian prosentasenya sangat kecil. Tindakan yang berupa kebudayaan tersebut dibiasakan dengan cara belajar. Terdapat beberapa proses belajar kebudayaan yaitu proses internalisasi, sosialisasi dan enkulturasi.

Selanjutnya hubungan antara manusia dengan kebudayaan juga dapat dilihat dari kedudukan manusia tersebut terhadap kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu :
1) penganut kebudayaan
2) pembawa kebudayaan
 3) manipulator kebudayaan
4) pencipta kebudayaan.

Pembentukan kebudayaan dikarenakan manusia dihadapkan pada persoalan yang meminta pemecahan dan penyelesaian. Dalam rangka survive maka manusia harus mampu memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya sehingga manusia melakukan berbagai cara. Hal yang dilakukan oleh manusia inilah kebudayaan. Kebudayaan yang digunakan manusia dalam menyelesaikan masalah-masalahnya bisa kita sebut sebagai way of life, yang digunakan individu sebagai pedoman dalam bertingkah laku.


Manusia Indonesia dan Kebudayaan

Manusia Indonesia dalam hal kebudayaan saat ini mengalami berbagai rintangan dan halangan untuk menerima serbuan kebudayaan asing yang masuk lewat Globalisasi (perluasan cara-cara sosial melalui antar benua). Dalam hal ini teknlogi informasi dan komunikasi yang masuk ke Indonedia turut merubah cara kebudayaan Indonesia tersebut baik itu kebudayaan nasional maupun kebudayaan murni yang ada di setiap daerah di Indonesia. Sering terlihat ketidakmampuan manusia di Indonesia untuk beradaptasi dengan baik terhadap kebudayaan asing sehingga melahirkan perilaku yang cenderung ke Barat-baratan (westernisasi). Hal tersebut terlihat dengan seringnya remaja/i Indonesia keluar-masuk pub, diskotik dan tempat hiburan malam lainnya berikut dengan berbagai perilaku menyimpang yang menyertainya dan sering melahirkan komunitas tersendiri terutama di kota-kota besar dan metropolitan.

Terjadinya berbagai kasus penyimpangan seperti penyalah gunaan zat adiktif, berbagai bentuk kategori pelacuran dan ‘western’ lainnya tak lepas dari ketidak mampuan manusia Indonesia dalam beradaptasi sehingga masih bersikap ‘conform’ dan ‘latah’ terhadap kebudayaan asing yang melenyapkan inovasi dalam beradaptasi dengan budaya asing sehingga melahirkan bentuk akulturasi.

Bila dikaji dengan teliti hal tersebut mungkin dikarenakan ciri-ciri manusia Indonesia lama yang masih melekat seperti percaya mitos dan mistik, sikap suka berpura-pura, percaya takhyul yang dimodifikasi, konsumerisme, suka meniru, rendahnya etos kerja dan lain sebagainya bisa jadi mengakibatkan terhambatnya akulturasi (percampuran dua/lebih kebudayaan yang dalam percampurannya masing-masing unsurnya lebih tampak). Sikap etnosentrime (kecenderungan setiap kelompok untuk percaya begitu saja akan keunggulan/superioritas kebudayaannya sendiri dan sikap senosentrisme (sikap yang lebih menyenangi pandangan/produk asing) merupakan hal selanjutnya yang dapat menghambat terwujudnya kebudayaan nasional untuk kemajuan bangsa dan negara.

Sepertinya, sudah saatnya manusia Indonesia berikut dengan berbagai kebudayaan daerahnya yang ada melakukan suatu bentuk adaptasi yang sifatnya inovasi/pembaruan dengan budaya Barat/asing seperti dalam hal kesenian dimana instrumen musik tradisional dipadukan dengan instrumen modern (alat-alat band dengan teknologi komputernya) maupun perawatan berbagai benda kebudayaan dengan teknologi asing yang ada sehingga akulturasi dapat diwujudkan.

Selain itu, pengaruh media komunikasi seperti Televisi, radio, Internet sangat besar dampaknya dalam hal cara pandang manusia Indonesia terhadap ras. Sinetron-sinetron maupun film yang ditayangkan di Televisi dan bioskop yang memvisualisasikan dan mensosialisasikan gaya hidup ras Caucasoid (orang Eropah) turut mempengaruhi cara pandang manusia Indonesia terhadap budayanya sehingga tidak timbul kesadaran untuk mempelajari tindakan sosial dan sebaliknya. Dalam hal ini manusia Indonesia sepertinya lebih mengagung-agungkan/memuja ras Caucasoid berikut dengan gaya hidupnya dan menjadikannya sebagai kelompok acuan (umumnya oleh kaum perempuan) sehingga secara tak langsung mempengaruhi akal dan intelegensi, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku manusia Indonesia sehingga terkendala dalam memajukan kebudayaannya sendiri.



IBD (ILMU BUDAYA DASAR)


I. Pendahuluan
Sebagai salah satu Negara yang memiliki wilayah yang sangat luas dan juga terdiri dari banyak pulau yang di pisahkan oleh laut, tentunya Indonesia memiliki banyak suku-suku bangsa dan keanekaragaman kebudayaan yang luas. Kebudayaan yang majemuk ini tentunya dapat memiliki dampak positif terhapap bangsa, jika masyarakatnya mengganggap bahwa keanekaragaman kebudayaan sebagai kita salah satu kekayaan dan aset yang dimiliki oleh bangsa kita.
Tapi keanekaragaman budaya juga dapat menjadi ancaman terhadap bangsa terhadap aspek persatuan dan kesatuan Negara Indonesia. Karena bahasa, adat, warna kulit, dan budaya yang berbeda dapat menjadi awal timbulnya suatu perpecahan karena masing-masing suku yang berbeda pada umumnya memiliki pandangan hidup yang berbeda-beda pula.
Lalu bagaimana agar keanekaragaman kebudayaan ini dapat menjadi suatu yang bermanfaat dan dapat menjadi menunjang persatuan dan kesatuan bangsa kita, bukan sebaliknya. Tentunya masyarakat yang berbeda ini harus memiliki pemahaman yang benar terhadap kebudayaan yang majemuk khususnya di kalangan pemuda seperti mahasiswa yang kelak nantinya akan menjadi sarjana dan menjadi penerus bangsa.
Salah satu cara untuk menanamkan pemahaman yang baik tentang kemajemukan kebudayaan kita yaitu dengan memberikan suatu pembelajaran tentang nilai-nilai budaya secara menyeluruh yang khususnya berada di Negara ini. Implementasinya adalah memberikan kepada setiap mahasiswa mata kuliah Ilmu Budaya Dasar (IBD).
Diharapkan pemberian mata kuliah IBD ini nantinya dapat membekali mahasiswa agar memiliki pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan Indonesia pada umumnya sehingga diharapkan para akademisi dapat beradaptasi dengan kemajemukan bangsa dan lebih lancar berkomunikasi untuk menunjang proses pembangunan bangsa ini.

II. Pengertian IBD
Mata kuliah Ilmu Budaya Dasar adalah salah satu mata kulah yang membicarakan tentang nilai-nilai, tengang kebudayaan, tentang berbagai masalah yang dihadapi oleh manusia di dalam kehidupannya sehari-hari. IBD diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaannya. Pembahasan mata kuliah Ilmu Budaya Dasar ini memberikan pada mahasiswa dasar-dasar yang cukup kuat kepada mahasiswa untuk mencari hubungan antara segala segi kebudayaan dalam hubungan dengan usaha untuk terus mencari kebenaran, keindahan, kebebasan, dalam berbagai bentuk yang berhubungan dengan semua aspek kehidupan manusia.

III. Tujuan IBD
Pemberian mata kuliah IBD diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaanya. Secara khusus mata kuliah dasar umum bertujuan untuk menghasilkan sarjana sebagai warga Negara yang :
  1. Berjiwa Pancasila sehingga segala keputusan serat tindakannya mencerminkan pengamalan nilai-nilai Pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi, yang mendahulukan kepentingan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.
  2. Taqwa terhadap Tuhan yang Maha Esa, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya dan memiliki toleransi terhadap pemeluk agama lain.
  3. Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral didalam menyikapi permasalahan kehidupan baik sosial, politik maupun pertahanan keamanan.
  4. Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan secara bersama-sama mampu berperan serta dalam meningkatkan kualitasnya, maupun lingkungan alamiahnya dan secara bersama-sama berpersan serta didalam pelestariannya.
IV. Ruang Lingkup IBD
Dua masalah pokok yang dapat dipakai sebagai bahan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD, yaitu :
  1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities) dari berbagai bidang.
  2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat.
Dan IBD juga memeliki pokok-pokok yang dikembangakan, yaitu :
  1. Manusia dan Kebudayaan.
  2. Manusia dan Cinta Kasih.
  3. Manusia dan Penderitaan.
  4. Manusia dan Keindahan.
  5. Manusia dan Keadilan.
  6. Manusia dan Pandangan Hidup.
  7. Manusia dan Tanggungjawab serta Pengabdian.
  8. Manusia dan Kegelisahan.
  9. Manusia dan Harapan.

Selasa, 30 April 2013

Analisa Usaha Budidaya Ternak Sapi Potong


Analisa Usaha Budidaya Ternak Sapi Potong

          Sapi potong merupakan jenis ternak yang mempunyai nilai jual tinggi diantara ternak ternak lainnya. Pada umumnya masyarakat membutuhkan hewan ini untuk dikonsumsi, karena kandungan proteinnya yang tinggi. Laju pertambahan penduduk yang terus meningkat menuntut ketersediaan daging yang juga meningkat, oleh karena itu usaha sapi potong merupakan salah satu usaha yang memiliki nilai ekonomi tinggi.  
          Saat ini usaha  penggemukan sapi potong biasanya di dominasi oleh peternak besar maupun kecil. Ada juga beberapa peternak perorangan di beberapa pedesaan di Indonesia. Masih sangat jarang perorangan di kota kota besar yang mengalokasikan investasi mereka pada business ini karena mereka mengganggap bisnis ini awam dan tidak memberikan keuntungan yang besar, padahal pada kenyataannya bisnis ini tidak terlalu sulit dan memberikan keuntungan yang cukup besar.
          Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh peternak tradisional dalam peternakan sapi adalah produktivitas ternak sapi yang rendah. Salah satu faktor penyebab rendahnya produktivitas adalah pemilihan pakan ternak yang tidak sesuai dengan sistem penggemukan sapi modern juga system kebersihan kandang yang kurang baik.

Prospek Investasi Sapi PO
Sapi Peranakan Ongole (sapi PO) sering disebut sebagai Sapi Lokal atau Sapi Jawa atau Sapi Putih. Sapi PO ini merupakan hasil persilangan antara pejantan sapi Sumba Ongole (SO) dengan sapi betina Jawa yang berwarna putih.
Sapi Ongole (Bos Indicus) sebenarnya berasal dari India, termasuk tipe sapi pekerja dan pedaging yang disebarkan di Indonesia sebagai sapi Sumba Ongole (SO).
Warna bulu sapi Ongole sendiri adalah putih abu-abu dengan warna hitam di sekeliling mata, mempunyai gumba dan gelambir yang besar menggelantung. Saat mencapai umur dewasa, sapi jantan mempunyai berat badan kurang dari 600 kg dan yang betina kurang dari 450 kg.
Bobot hidup Sapi PO bervariasi, mulai 220 kg hingga mencapai sekitar 600 kg.
Saat ini Sapi PO yang murni mulai sulit ditemukan, karena telah banyak disilangkan dengan sapi Brahman. Oleh karena itu sapi PO sering diartikan sebagai sapi lokal berwarna putih (keabu-abuan), berkelasa dan gelambir.
Sesuai dengan induk persilangannya, Sapi PO terkenal sebagai sapi pedaging dan sapi pekerja. Mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perbedaan kondisi lingkungan, sapi ini juga memiliki tenaga yang kuat.
Aktivitas reproduksi induknya cepat kembali normal setelah beranak, sedangkan jantannya memiliki kualitas semen yang baik.
Keunggulan sapi PO ini antara lain  tahan terhadap panas, terhadap ekto dan endoparasit, pertumbuhan relatif cepat walaupun adaptasi terhadap pakan kurang, serta persentase karkas dan kualitas daging baik.

      I.        Investasi pada sapi PO kebutuhan hari biasa
Berikut ini contoh analisa usaha budidaya penggemukan sapi :
Asumsi-asumsi :
·         Lahan yang digunakan merupakan tanah pekarangan yang belum dimanfaatkan dan tidak diperhitungkan untuk sewa lahannya.
·         Sapi bakalan yang dipelihara sebanyak 6 ekor jenis PO dengan harga awal Rp. 7.000.000/ekor dan berat badan sekitar 250 kg/ekor
·         Sapi dipelihara selama 6 bulan dengan penambahan berat badan sekitar 0,7 kg/ekor/hari
·         Kandang yang dibutuhkan seluas 30 M2 dengan biaya Rp. 400.000/M2
·         Penyusustan kandang 20 % / tahun dengan demikian penyusutan untuk satu periode 10 %
·         Sapi membutuhkan obat-obatan sebesar Rp. 60.000/ekor/periode
·         Tenaga kerja 1 orang dengan gaji Rp. 500.000/bulan
·         Peralatan kandang dibutuhkan sebesar Rp 500.000/tahun, dengan demikian untuk satu periode Rp. 250.000
·         Kotoran yang dihasilkan selama 1 periode sebanyak 6.000 kg dengan harga Rp. 200/kg
·         Pakan yang diperlukan untuk satu periode
o    HMT 40 kg x 6 x 180 x Rp.100
o    Konsentrat 3 kg x 6 x 180 x Rp. 1.500
o    Pakan tambahan 3 kg x 6 x 180 x Rp. 200



A. MODAL USAHA
Biaya Investasi
1. Pembuatan kandang 30 M2 x Rp. 400.000                                    Rp. 12.000.000
2. Peralatan kandang                                                                        Rp.      500.000
Biaya Variabel
1. Sapi bakalan 6 x Rp. 7.000.000                                                     Rp. 42.000.000
2. HMT                                                                                              Rp.   4.320.000
3. Konsentrat                                                                                    Rp.   4.860.000
4. Pakan Tambahan                                                                          Rp.      648.000
              Total Biaya Variabel                                              Rp. 51.828.000
Biaya Tetap
1. Tenaga Kerja 1 orang x 6 x Rp. 500.000                                       Rp.  3.000.000
2. Penyusustan kandang 10 % x Rp. 12.000.000                              Rp.  1.200.000
3. Penyusutan peralatan                                                                   Rp.     250.000
          Total Modal Tetap                                                      Rp.   4.450.000
          TOTAL BIAYA PRODUKSI = Rp. 51.828.000 + Rp. 4.450.000 = Rp. 56.278.000
B. PENERIMAAN
Penjualan sapi dan kotoran
·         Penambahan berat badan 0,7 kg x 180 = 126 kg/ekor/periode dan berat badan sapi sekarang untuk setiap ekor adalah 376 kg, untuk berat keseluruhan adalah 6 x 376 kg = 2.256 kg dengan harga Rp. 32.000/kg. jadi uang yang didapat adalah Rp. 72.192.000
·         Penjualan kotoran ternak 6.000 x Rp. 200 = Rp. 1.200.000
          TOTAL PENERIMAAN = Rp. 72.192.000 + Rp. 1.200.000 = Rp. 73.392.000
          KEUNTUNGAN = Rp. 73.392.000 - Rp. 56.278.000 = Rp. 17.114.000
          B/C Ratio = Rp. 73.392.000 : Rp. 56.278.000 = 1,3
          ( artinya dalam satu periode produksi dari setiap modal Rp. 100 yang dikeluarkan akan diperoleh pendapatan sebanyak Rp. 130 )
          BEP ( Break Even Point )
          1. BEP Harga = Total biaya : Berat sapi total
                               = Rp. 56.278.000 : 2.256 
                               = Rp. 24.945 / kg
          2. BEP Volume Produksi = Total biaya produksi : Harga jual
                                                = Rp. 56.278.000 : Rp.32.000/kg
                                                = 1.758 kg
Artinya usaha penggemukan sapi ini akan mencapai titik impas jika 6 ekor sapi mencapai berat badan 1.758 kg atau harga jual Rp. 24.945/kg

    II.        Investasi pada Sapi PO kebutuhan Hari Raya Qurban / Idul Adha


Untuk Sapi PO patokan harga yang biasanya dipakai adalah harga taksiran, harga sapi PO pada saat Idul Adha bervariasi mulai dari Rp. 9,000,000 – Rp. 15,000,000.

Semakin mendekati hari Raya Qurban harga sapi semakin melambung, selain itu banyak pula beredar sapi yang ditawarkan dengan harga terlalu tinggi. Untuk hal tersebut kami menawarkan system pembelian sapi PO kebutuhan hari raya Qurban dengan system booking.

Melalui system booking, konsumen bisa mendapatkan sapi kebutuhan hari raya Qurban dengan kualitas bermutu dan dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan membeli pada pedagang umum di hari raya qurban.


Penambahan berat badan 0,7 kg x 180 = 126 kg/ekor/periode dan berat badan sapi sekarang untuk setiap ekor adalah 376 kg, untuk berat keseluruhan adalah 6 x 376 kg = 2.256 kg dengan harga Rp. 37.000/kg. jadi uang yang didapat adalah Rp. 83.472.000
Penjualan kotoran ternak 6.000 x Rp. 200 = Rp. 1.200.000
          TOTAL PENERIMAAN = Rp. 83.472.000 + Rp. 1.200.000 = Rp. 84.672.000
          KEUNTUNGAN = Rp. 84.672.000 - Rp. 56.278.000 = Rp. 28.394.000
          B/C Ratio = Rp. 84.672.000 : Rp. 56.278.000 = 1,5
          ( artinya dalam satu periode produksi dari setiap modal Rp. 100 yang dikeluarkan akan diperoleh pendapatan sebanyak Rp. 150 )
          BEP ( Break Even Point )
          1. BEP Harga = Total biaya : Berat sapi total
                               = Rp. 56.278.000 : 2.256 
                               = Rp. 24.945 / kg
          2. BEP Volume Produksi = Total biaya produksi : Harga jual
                                                = Rp. 56.278.000 : Rp.35.000/kg
                                                = 1.607 kg
Artinya usaha penggemukan sapi ini akan mencapai titik impas jika 6 ekor sapi mencapai berat badan 1.607 kg atau harga jual Rp. 24.945/kg
   III.        Sistem Penjualan Sapi Potong

A.   Online
Dengan membuat web jual beli sapi potong maka kita akan dengan mudah distribusikan penjualan sapi dengan alamat domain http://www.jualbelisapi.com dan hosting di RumahWeb.com dengan biaya pertahun sebesar Rp. 210.000 /250MB.
Adapun system penjualan di webnya :
1.    Pemesanan
Untuk Cara Pemesanan sapi sangat mudah sekali, kami menyediakan dua metode cara pemesanan sapi :
1. Order langsung via Hp dengan format :

Nama- Kota- Jenis Sapi -Gender Sapi-Berat Sapi-Jumlah Sapi
Contoh : Rudi Jakarta  Sapi Bali Jantan 300Kg 10 Ekor

Kami akan kirimkan balasan Stok sapi pesanan anda serta DP Pembelian sapi 50% yang harus anda transfer.
2. Order via Form
Untuk Metode ke 2 silahkan anda isi Form  yang tersedia di  bawah ini. Kami akan kirimkan balasan via Hp/Email berupa stok sapi2 pesanan anda serta total DP 50%  yang harus anda transfer.
*Minimal Pemesanan adalah 10 Ekor untuk dikirim ke Jabodetabek dan 100 ekor untuk luar kota.

2.    Pembayaran
Metode Pembayaran di jualbelisapi..com dapat dilakukan dengan  :
1. Pembayaran dilakukan dengan transfer via ATM Bersama dari Bank dan rekening apapun.
2. Pembayaran dilakukan di Lokasi kandang Penjual
3. Pembayaran dilakukan di Lokasi kandang Pembeli
·         Pembayaran 50% dari total harga harus dilakukan Cash/via Transfer  di awal setelah terjadi perjanjian antara kedua belah pihak, baik pembayaran di lokasi kandang penjual maupun kandang pembeli
·         Untuk sisa 50% dari pembayaran harus dilunasi Cash saat sapi telah diterima di Lokasi kandang pembeli
·         Transport sepenuhnya dibebankan kepada pembeli dan harus dibayar diawal 100% sebelum pesanan diantar ke Lokasi pembeli
·         Transport tidak akan dikembalikan kepada pembeli, jika ternyata pembeli membatalkan pesanannya ditengah perjalanan pengantaran sapi yang dipesan atau bahkan sapi telah sampai ke lokasi kandang pembeli.
·         Kami tidak akan memproses pesanan anda, jika anda belum memenuhi metode pembayaran yang kami tawarkan

3.    Pengiriman
Kami akan selalu berusaha secepatnya mengantar pesanan anda saat anda mengkonfirmasi pembayaran 50% dan Transport  yang telah kami infokan. Maka dihari yang sama atau maksimal 1 hari setelah pembayaran, pesanan anda akan segera kami antar ke lokasi anda sebagai pembeli. Untuk pemeliharaan dan penjagaaan sapi dari kandang kami hingga sampai ketempat anda sebagai pembeli, semua menjadi tanggung jawab penuh kami, sehingga jika ada sapi yang mati atau terluka saat dalam perjalanan maka pihak kami yang akan menanggungnya.
Berikut beberapa jasa transportasi yang kami pergunakana :
·         Mobil Carry barang untuk pengantaran pesanan JABODETABEK, Jawa Barat dan Jawa Timur yang berkapasitas 3 ekor kebawah.
·         Mobil Truck FUSO untuk pengantaran pesanan ke area JABODETABEK, Jawa Barat dan Jawa Timur yang berkapasitas 15-20 ekor.
·         Kapal Laut Ferry untuk pengantaran Luar Provinsi (Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan) yang berkapasitas maksimal hingga 300 ekor.
·         Untuk tarif pengiriman tergantung kepada jarak lokasi pengiriman dan Pemilihan Jasa Transportasi yang digunakan.



 B.   Blantik Sapi
Salah satu pemasaran sapi PO yaitu dengan blantik sapi. Sistem kami bekerja sama dengan blantik sapi yang sudah kami percaya karena untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Masih sama seperti sistim tradisional blantik sapi yaitu kami mematok harga fix untuk setiap sapi dan blantik sapi akan mengambil untung dari bagaimana kepintaran mereka dalam negoisasi penjualan sapi kepada pelanggan mereka.

  IV.        Kesimpulan
Sapi potong mempunyai potensi ekonomi yang tinggi baik sebagai ternak potong maupun ternak bibit. Selama ini sapi potong dapat mempunyai kebutuhan daging untuk lokal seperti rumah tangga, hotel, restoran, industri pengolahan, perdagangan antar pulau. Pasaran utamanya adalah kota-kota besar seperti kota metropolitan Jakarta. Maka dari itu budidaya sapi PO sangatlah menguntungkan dan akan cepat balik modal apa yang sudah kita keluarkan untuk budidaya sapi PO.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews